Latest Entries »

Pribadi Muslim

Seorang pribadi muslim adalah seorang memiliki keinginan untuk menggapai ridho Allah di mana pun dia berada. Dalam suatu forum, disampaikan karakter pribadi muslim antara lain,

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang selamat)
  2. Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar)
  3. Matinul Khuluq (Akhlaq yang kokok)
  4. Qowiyyul Jismi (Jasad yang kuat)
  5. Mutsaqqoful Fikri (Intelek dalam berpikir atau berwawasan)
  6. Mujahatul Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
  7. Harishun Ala Waqtihi (Pandai menjaga waktu)
  8. Munazhzhamun fi Syuunihi (Terukur dalam urusan)
  9. Qadirun Alal Kasbi (Memiliki sumber nafkah)
  10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)

Sungguh pribadi yang luar biasa, jika kita dapat melaksanakan hal2 tersebut dengan baik.

Advertisements

Unik — Aneh — Ajaib

Mungkin itu tiga kata yang terbelesit di kepalaku ketika kejadian Jum’at lalu terjadi. Begitu cepat, tanpa aling2 apapun. Bahkan aku pun tak menyadari, kejadian itu terjadi. Aku masih asyik bertransaksi dg seorang pramuniaga di depanku. Begitu terkejut, ketika ada suara perempuan yg hendak mengeluarkan sesuatu dari bagian kecil tas kerjaku. Ternyata kabel headset yg dipake dengerin musik ato apapun dari handphone tersangkut di resleting tas kerjaku. Sungguh hal yang unik dan aneh bagiku…

Bayangkan saja, kait resleting yg resleting yg begitu rapat bisa dimasuki oleh kabel. So mbak tersebut jadi kesal. Begitu banyak kata yg keluar dari mulut yg Allah anugerahkan untuknya. Bisa jadi dia kesal karena tak sabar lagi tuk segera pulang. Weekend udah di depan mata. Karena begitu banyak yg terblesit di kepalaku sampai aku tak memiliki ide tuk bantu mengeluarkan kabel itu.

Tahukah engkau, apa yg ada di kepalaku saat itu? Baru saja mengomentari temanku yg menertawakan seorang anak jalanan yg hendak menerbangkan layang2 unik. Kenapa ku bilang unik? Anak jalanan itu hendak menerbangkan kantong plastik atau bahasa kerennya kresek. Dia kaitkan kresek ke tali dan berlari seperti layaknya seorang yg hendak memainkan layang2 dan berharap bisa terbang di angkasa. Bagiku wajar, temanku menertawakan hal itu. Sapa sih yg percaya kresek itu bisa terbang? Layang2 yang udah didesain bagus saja, belum tentu bisa terbang di angkasa. Namun entah kenapa tiba2 aku nyeplos tanpa sadar, aku percaya itu bisa terbang. Karena apapun yg kita percayai mustahil, namun apabila Allah berkehendak maka dapat terjadi. Ajaib memang…

Sungguh dua kejadian yang mungkin Allah sengaja lihatkan pada hamba tuk belajar. Sebuah keajaiban yg luar biasa.

Dalam hati kecilku pula terbelesit, sungguh luar biasa usaha yg dijalani anak jalanan itu. Dg usaha yg luar biasa, tak ada rotan akar pun jadi, dg kresek dia buat layang2. Lari tunggang langgang tuk terbangkan layang2 kreasinya.

Hari ini, kita belajar teman… Lakukan terbaik dg segala usaha yg bisa kita lakukan, selajutnya sebagai ciptaanNya patutlah kita tuk mengembalikan segala keputusan padaNya…

Wong Ndeso

Itulah kata yang tadi siang ku dengar, dari seorang instruktur saat aku terlalu banyak bertanya tentang girik. Aku bertanya karena di daerah rumah nenekku masih banyak tanah yang berstatus girik, yaitu tanah yang cuma terdaftar di Kantor Desa dan ndak ada status Hak Milik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jadi aku semakin penasaran… Memang secara hukum, kekuatannya kurang. Apalagi yang kadang terjadi,  ada oknum yang sengaja melakukan pencurian tanah dengan menggeser batas tanah seperti pematang sawah. Tapi mungkin masih hal lumrah. Namun bisa jadi juga karena biaya pembuatan sertifikat tanah yang bisa dibilang mahal. Saat ada program pemutihan sertifikat tanah saja, biaya tetep tinggi untuk ukuran wong ndeso.

Eits, kok malah cerita status tanah sih? Okay, back to “Wong Ndeso”

“Kamu pasti wong ndeso”. Itulah kalimat instruktur kepadaku. Tapi entah mengapa ada suatu rasa bangga, aku disebut seperti itu. Karena dengan dilahirkan dan dibesarkan di desa, bisa dibilang aku merasakan banyak petualangan menarik mulai kecil. Walaupun sebenarnya bisa dibilang rumahku ndak ndeso2 amat. Orang rumahku ada di tepi jalan raya antar propinsi. So akses ke mana pun bisa dibilang mudah. Aku memang merasakan jadi wong ndeso yg sekolahnya deket ma sawah. Berangkat sekolah nyusurin sungai. Trus pernah kecemplung sungai pas berangkat sekolah. Sungguh pengalaman yg menyenangkan.

Emmmm… Jangan salah, kawan. Menurutku semakin ndeso asli seseorang, pasti mereka punya pengalaman seru yang banyak. Bayangin aja, kita bakal merasakan kehidupan mulai dari yang ndeso, yang mungkin gak da listrik. Trus pake genset dan jam 11 malam udah dimatiin. Dg begini, kita bakalan bisa mensyukuri waktu. Sebisa mungkin kita manfaatin waktu yang da untuk aktifitas yg butuh penerangan. Makanan juga pasti aneh2 dan mungkin aja hasil kebun sendiri. So bisa dibilang kualitasnya bagus. Belum tercemar ma pestisida, bebas pengawet pula. Hidup jadi sehat, deh…

So, sebenarnya banyak hal positif yang sebenernya masih bisa kita bawa ketika kita membayangkan suasana jadi wong ndeso